Sejarah Tentang Qunut Yang Dikerjakan Oleh Nabi SAW

Sejarah Qunut mewarnai perjalanan Islam yang dibawa oleh Nabi. Banyak hal yang terjadi. Membuat Nabi meminta pertolongan pada Allah swt melaluinya.

Qunut sendiri dipahami sebagai bagian dari wirid doa. Itu yang disepakati oleh mayoritas Ulama. Dan, ini termasuk dalam bentuk ketaatan yang mana menggambarkan betapa lemahnya manusia sehingga menyandarkan semuanya pada Rabb.

Hingga kini, pelaksanaan qunut nyatanya masih sering dilakukan. Terutama bagi umat Islam yang mengambil mazhab Imam Syafi’i.

Sebab, pembacaan doa qunut ini sangat dianjurkan. Hukumnya sunah Ab’ad sehingga perlu dikerjakan. Tentunya untuk menambah kesempurnaan dari Sholat.

Kapan Qunut Dilaksanakan Nabi?

Di dalam melaksanakan ibadah, dasar hukum yang digunakan ialah mengikuti Alquran dan Sunah Rasulullah saw. Karena, dari sinilah sumber yang tepat sehingga ibadah tidak dianggap baru dan menyalahi aturan.

Dasar ini tentu dijadikan rujukan oleh ulama masa lalu. Yakni dalam merumuskan tentang bagaimana cara beribadah yang sejalan pada masa kenabian.

Tentunya, Ulama juga mengambil sikap dalam menentukannya. Dan, perlu dipahami bahwa pemahaman ini memunculkan pelaksanaan yang sedikit berbeda. Tetapi, bukan berarti itu salah lantaran ulama mengambilnya secara hati-hati dengan merujuk pada pegangan Umat.

Salah satu contohnya ialah pembacaan doa qunut. Dahulu, Qunut dikerjakan Nabi ketika mengalami peristiwa besar. Peristiwa ini seakan mengguncang dan membuat Nabi bersedih hati.

Peristiwa seperti peperangan hingga pembunuhan sahabat dengan keji membuat Nabi meminta pertolongan pada Allah. Salah satunya meminta perlindungan, hingga meminta turunnya balasan atas kondisi tersebut.

Peristiwa ini banyak disebut dengan qunut Nazilah. Karena, pelaksanaannya dilakukan berdasarkan sebab yang mengikutinya.

Sejarah Qunut Dalam Sholat

Berbicara tentang Sejarah Qunut, ini tidak lepas dari peristiwa memilukan di masa kenabian. Banyak peristiwa besar yang membuat doa tersebut dipanjatkan dalam keadaan sholat.

Peristiwa awal terjadi ketika memasuki tahun 2 hijrah. Pada saat itu, ada beberapa tawanan perang Badar yang telah masuk Islam. Salah satunya adalah Al Walid bin Al Walid bin Al Mughirah.

Setelah memeluk Islam dan Kembali ke Mekah, para sahabat ini dilecehkan oleh orang Musyrik. Mendengar hal itu, lantas Nabi saw mendoakan keselamatan bagi mereka pada akhir sholat Zuhur.

Peristiwa lainnya adalah dibunuhnya secara keji para Ahli Qurro. Para sahabat ini termasuk kalangan terbaik yang selalu belajar dan hafal Alquran.

Pada saat itu, kabilah Ri’lin dan Dzakwan menghadap Rasulullah. Kedatangannya meminta agar Rasulullah mengirimkan Mubaligh ke kabilah tersebut. Sebab, kabilah tersebut berjanji untuk menjamin keamanannya.

Rasulullah kemudian mengutus beberapa sahabat terbaiknya untuk mengajarkan Islam. Tetapi, kabilah tersebut menghianati janji tersebut.

Para sahabat dibunuh secara keji oleh kabilah tersebut. Setidaknya, ada sekitar 69 orang yang terbunuh. Dan hanya satu sahabat yang tersisa.

Mendengar kabar ini, Rasulullah sangat terpukul. Kemudian, beliau melaksanakan qunut selama satu bulan di tiap sholat fardu secara berjamaah.

Doa yang dipanjatkan mengarah pada kecelakaan bagi kabilah tersebut. Setiap kali Rasulullah membacanya, makmum di belakangnya mengamini.

Ini sedikit memberi gambaran bahwa sikap yang diambil Rasulullah sangat istimewa. Jika beberapa peristiwa hanya disikapi dengan doa seperti biasa, maka peristiwa besar yang memberikan pukulan ini disikapi dengan doa yang lebih dari biasanya.

Dari perilaku Nabi inilah para ulama setelah 300 H mengambil rujukan tentang Qunut. Salah satunya ialah Imam Syafi’i. Yakni mengambil Qunut sebagai bagian dari kesunahan dalam sholat.

Itulah kurang lebih Sejarah Qunut yang pernah dilakukan oleh Nabi. Intinya, Qunut tidak lain berupa doa yang dipanjatkan secara sungguh-sungguh untuk meminta pertolongan pada Allah dalam keadaan sholat.